Bagaimana Kita Sholat

Posted on October 2, 2011

0



Tulsan ini bukan untuk mencari kesalahan atau sejenisnya.

Hanya ingin mempertanyakan seperti apakah wajah Islam kita sebagai pribadi.

Khususnya dalam hal sholat.

Mengamati kebiasaaan kita bila melaksanakan shlat yang nota bene merupakan kewajiban kita terhadap Tuhan, Allah SWT.

Sering kita mendapati ketidak-tertiban didalamnya. Coba kita lihat bagaimana kita menata shaf sebelum sholat berjamaah. Kita sering kali duduk dimana saja kita mau tanpa menyadari bahwa kita ini adalah jamaah, yang seharunya mengatur sendiri kerapihan shaf kita sebagai jamaah, bukan atas dasar keinginan kita sendiri yang cenderung egois. Semestinya kita berubah dari pribadi menjadi kelompok kalau memang sudah mau berjamaah, artiya jangan cuma melakukan apa yang jadi keinginan kita pribadi. Seharusnya kita menjelma manjadi jamaah.

Saling mengisi shaf yang kosong, utamakan shaf depan rapi dulu, kemudian buat shaf baru di belakang jika shaf depan sudah penuh, begitu seterusnya.

 

Lebih lanjut saya mau menanyakan pada diri sendiri mengenai bacaan dalam sholat.

Sering kali kita sholat begitu cepat gerakannya. Kita menganggap bahwa sholat merupakan pekerjaan yangsudah sangat lama kita lakukansehingga kita telahpandai, sehingga kita melakukannya dengan sangat gesit, lincah dan cepat.

Bacaan surat alfatihah yang selayaknya kita baca dalam waktu 45 detik kita bisa lakukan dalam waktu 10 detik, luar biasa bukan ??! Benar benar sudah pandai sholat kita ini ???!

Tapi benarkah demikian adanya ? Benarkah kita telah pandai sholat ? Bukankah kita dari kecil diajari sholat dengan kusyuk, membaca Alqur’an dengan tartil ? Lalu apa gunanya pelajaran sholat yang kita pelajari dari kecil kalau ternyata dalam prakteknya bertentangan dengan apa yang kita pelajari ?

Selanjutnya saya mengajak kepada diri saya pribadi sekaligus para pembaca yang budiman, marilah kita selalu meningkatkan kualitas sholat kita, kiualitas Islam kita, karena semakin lama kita melakukan sholat seharusnya semakin kusyuk dan memahami, menghayati setiap gerakan sholat, setiap kata dalam bacaan sholat, karena pada dasarnya shalat merupakan wujud komunikasi kita dengan Dia yang Mahaagung, Dia yang Mahakuasa, Dia yang Maharaja, Allah SWT.

wallahu a’lam bi showab.

 

 

Advertisements
Posted in: Uncategorized